BAB I
PENDAHULUAN
Realita sehari-hari, di dalam suatu
ruang kelas ketika sesi Kegiatan belajar-mengajar (KBM) berlangsung, nampak
beberapa atau sebagian besar siswa belum belajar sewaktu guru mengajar.
Sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan
untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Juga, beberapa siswa belum belajar sampai
pada tingkat pemahaman. Siswa baru mampu mempelajari (baca: menghafal) fakta,
konsep, prinsip, hukum, teori, dan gagasan inovatif lainnya pada tingkat
ingatan, mereka belum dapat menggunakan dan menerapkannya secara efektif dalam
pemecahan masalah sehari-hari yang kontekstual. Ini terjadi karena, guru belum
optimal memberdayakan ‘tambang emas’ potensi masing-masing siswa yang sering
kali tersembunyi.
Inti dari
paparan materi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi peserta didik secara
optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik, keadaan sekolah dan
tuntutan kehidupan di masa depan. Informasi yang disajikan diharapkan dapat
membantu guru untuk mengembangkan gagasan tentang penyediaan strategi mengajar
yang mengacu pada pencapaian kompetensi individual masing-masing peserta didik.
Hamalik
(2001: 8) menyatakan bahwa mengajar adalah usaha guru untuk mengorganisasi
lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagiS siswa. Pengertian ini
mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator
kegiatan belajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik
yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas yang menunjang kegiatan belajar
mengajar.
Dalam
proses mengajar ada variasi bila guru dapat menunjukkan adanya perubahan dalam
gaya mengajar, media yang digunakan berganti-ganti, dan ada perubahan dalam
pola interaksi antara guru-siswa. Variasi lebih bersifat proses daripada
produk.
BAB II
TEKNIK MENDAPATKAN UMPAN BALIK DALAM
PROSES
BELAJAR MENGAJAR
A.MENDAPATKAN UMPAN BALIK SISWA
Pola umum terjadinya interaksi
belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara tiga unsur, yaitu: guru,
bahan dan anak didik. Bahan sebagai isi dari proses belajar mengajar
disampaikan guru untuk diterima oleh anak didik. Bahan di sini sebagai perantara
untuk terjadinya interaksi belajar mengajar antara guru dengan anak didik. Itu
berarti tanpa bahan tidak akan terjadiinteraksi belajar mengajar.
Dalam kegiatan
pengajaran tidak lain yang harus guru capai, kecuali bagaimana anak didik dapat
menguasai bahan pelajaran secara tuntas (mastery). Masalh ini tetap aktual
untuk dibicarakan dari dulu hingga sekarang. Sebab bagaimana pun juga
keberhasilan pengajaran ditentukan sampai sejauh mana penguasaan anak didik
terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Untuk sampai ke sana,
yaitu anak didik dapat menguasai semua bahan yang diberikan, tidak gampang;
karena hal ini akan terpulang pada masalah bagaimana umpan Balik yang di
berikan oleh anak didik selama pengajaran berlangsung.
Untuk
mendapatkan umpan balik dari anak didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai
dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual,
teknik-teknik tersebut antara lain:
A.Memancing Apersepsi Anak Didik
Anak didik adalah orang yang
memiliki kepribadian dengan ciri-ciri yang khas sesuai dengan perkembangan dan
pertumbuhannya. Perkembangan dan pertumbuhan anak didik mempengaruhi sikap dan
tingkah lakunya. Perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri dipengaruhi oleh
lingkungan kehidupan sosial masyarakatnya sehingga sikap, perilaku dan
pandangan hidup anak dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya. Contohnya
perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh anak yang hidupnya di kota dengan anak
yang hidupnya di desa.
Latar belakang
kehidupan sosial anak penting untuk diketahui oleh guru. Sebab dengan
mengetahui dari mana anak bersal, dapat membantu guru untuk memahami jiwa anak.
Pengalaman apa yang dipunyai anak adalah hal yang sangat membantu untuk
memancing perhatian anak Anak biasanya senang membicarakan hal-hal yang menjadi
kesenangannya.
Dalam mengajar, pada saat yang tepat, guru dapat memanfaatkan hal-hal yang menjadi kesenangan anak untik diselipkan dalam melengkapi isi dari bahan pelajaran yang disampaikan. Tentu saja pemanfaatannya tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan bahan pelajaran. Pendekatan realisasi ini dirasakan memudahkan pengertian dan pemahaman anak didik terhadap bahan pelajaran yang yang disajikan.[1]
Dalam mengajar, pada saat yang tepat, guru dapat memanfaatkan hal-hal yang menjadi kesenangan anak untik diselipkan dalam melengkapi isi dari bahan pelajaran yang disampaikan. Tentu saja pemanfaatannya tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan bahan pelajaran. Pendekatan realisasi ini dirasakan memudahkan pengertian dan pemahaman anak didik terhadap bahan pelajaran yang yang disajikan.[1]
Pengalaman anak
mengenai bahan pelajaran yang telah diberikan merupakan bahan apersepsi yang
dipunyai oleh anak. Pengalaman atau pengetahuan anak tersebut dapat
dimanfaatkan untuk memancing perhatian anak terhadap bahan pelajaran yang akan
diberikan, sehingga anak terpancing untuk memperhatikan penjelasan guru. Dengan
demikian, usaha guru menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki anak didik
dengan pengetahuan yang masih relevan yang akan diberikan, merupakan teknik
untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik dalam pengajaran.
Bahan apersepsi
sangat membantu anak didik dalam usaha mengolah kesan-kesan dari bahan
pelajaran yang diberikan oleh guru.
B. Memanfaatkan Taktik Alat Bantu yang Akseptabel
Bahan pelajaran
adalah isi yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Bahan yang
akan disampaikan oleh guru itu bermacam-macam sifatnya, mulai dari yang mudah,
sedang, sampai ke yang sukar. Tinjauan mengenai sifat bahan ini dikarenakan
dalam setiap kali proses belajar mengajar berlangsung ada di antara anak didik
yang kurang mampu memproses / mengolah bahan dengan baik, sehingga pengertian
pun sukar didapatkan. Inteligensi adalah faktor lain yang menyebabkannya. Sukar
dipahaminya penjelasan guru juga menjadi faktor penyebabnya
Guru yang
menyadari kelemahan dirinya untuk menjelaskan isi dari bahan pelajaran yang
disampaikan sebaiknya memanfaatkan alat bantu untuk membantu memperjelas isi
dari bahan. Dalam dunia pengajaran dan pembelajaran, alat bantu yang dimaksud
biasanya disebut media dalm pembelajaran itu sendiri. Media berasal dari kata latin
yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara. Jadi
secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan. Dalam
bidang pendidikan, Association for educational Communications and Technology
(AECT, 1977), yaitu suatu asosiasi yang bergerak dalam bidang teknologi
komunikasi edan pendidikan, mendefinisikan media sebagai segala bentuk yan
digunakan untuk menyalurkan informasi .
Telah
disinggung di atas bahwa penggunaan alat bantu/ media untuk memperjelas bahan
pelajaran. Adapun tujuan lain yang tak kalah penting di dalm penggunaan alat
bantu ini adalah:
1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata menjadi lebih besar
2. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh kehadapan peserta
1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata menjadi lebih besar
2. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh kehadapan peserta
3. Menyajikan peristiwa yang
kompleks, rumit, berlangsung dengan cepat atau amat lambat menjadi lebih
sistematis dan sederhana.
4. Menampung sejumlah besar
peserta untuk mempelajari materi pelajaran dalam waktu yang
5. Menyajikan benda atau peristiwa
berbahaya kehadapan siswa
6. Meningkatkan daya tarik
pelajaran dan perhatian siswa
7. Meningkatkan sistematika
pengajaran
Adapun manfaat dari penggunaan
alat bantu/ media dalam pembelajaran adalah:
1. Untuk memperlancar interaksi antara guru dan siswa
1. Untuk memperlancar interaksi antara guru dan siswa
2. Proses belajar menjadi lebih
menarik
3. Proses belajar siswa menjadi
lebih interaktif
4. Jumlah waktu mengajar dapat
dikurangi
5. Meningkatkan kualitas belajar
siswa
6. Proses pembelajaran dapat
dilakukan di mana saja dan kapan saja
Menurut Basyiruddin Usman, media dapat digolongkan menjadi 8 kategori, yaitu:
a. Realthing, dapat berupa
manusia (guru) itu sendiri, benda sesungguhnya dan peristiwa yang terjadi..
Pengajar adalah media utama dalam proses belajar-mengajar dan merupakan
motivator atau fasilitas bagi siswa untuk mengoptimalkan kegiatan belajar.
b. Verbal refresentation; berupa
media tulis/cetak, buku teks dan sebagainya.
c. Grafic Representation; berupa
chart, diagram, gambar atau lukisan
d. Still Picture; seperti foto,
slide, film strif, dan media visual lainnya.
e. Motion Picture; film,
televisi, video, tape dan lainnya
f. Audio Recording; pita kaset,
real tape, piringan hitam, sound track dan sebagainya
g. Simulation; berupa permainan
yang menirukan kejadian yang sebenarnya, sebagai contoh simulasi
perang-perangan dan lainnya .
Alat bantu yang
akseptabel dapat dimanfaatkan sebagai taktik yang jitu untuk meningkatkan
perhatian anak didik terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Umpan
balik pun terjadi seiring dengan proses belajar anak didik yang berkelanjutan.
C. Memilih Bentuk Motivasi yang
Akurat
Proses belajar
mengajar adalah suatu proses yang dengan sengaja diciptakan untuk kepentingan
anak didik. Agar anak didik senang dan bergairah belajar, guru berusaha
menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dengan memanfaatkan semua potensi
kelas yang ada.Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi
seorang anak didik. Apalah artinya anak didik pergi ke sekolah tanpa motivasi
untuk belajar. Dalam usaha untuk membangkitkan gairah belajar anak didik, ada
enam hal yang dapat dikerjakan oleh guru, yaitu:
1. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
2. Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat
dilakukan
3. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik
sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik dikemudian
hari
4. Membentuk kebiasaan belajar ang baik
5. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun
kelompok
6. Menggunakan metode yang bervariasi
Kemudian ada
beberapa bentuk motivasi yang dapat guru gunakan guna mempertahankan minat anak
didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan, yaitu :
a. Memberi Angka; Angka dimaksud
sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik.
b. Hadiah; Sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan/ cinderamata
b. Hadiah; Sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan/ cinderamata
c.Pujian; alat motivasi yang
positif
d. Gerakan tubuh; bentuk mimik
yang cerah, dengan senyum, mengangguk,acungan jempol, tepuk tangan, memberi
salam, menaikkan bahu, menggelengkan kepala, menaikkan tangan .
e. Memberi Tugas; suatu
pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan
f. Memberi Ulangan; Salah satu
strategi yang penting dalam pengajaran
g. Mengetahui Hasil
h.Hukuman
hukuman
yang di maksudkan di sini tidak seperti hukuman penjara atau hukuman potong
tangan, tetapi adalah hukuman yang bersifaat mendidik. Hukuman yang mendidik
inilah yang di perlukan dalam pendidikan.
Peserta didik
akan aktif dalam kegiatan belajarnya bila ada motivasi, baik itu motivasi
ekstrinsik maupun instrinsik. Beberapa hal yang dapat merangsang tumbuhnya
motivasi belajar aktif pada diri peserta didik, antara lain :
a) Penampilan guru yang hangat dan menumbuhkan partisipasi positif
Sikap guru tampil hangat, bersemangat, penuh percaya diri dan antusias, serta dimulai dan pola pandang bahwa peserta didik adalah manusia-manusia cerdas berpotensi, merupakan faktor penting yang akan meningkatkan partisipasi aktif peserta didik.
Sikap guru tampil hangat, bersemangat, penuh percaya diri dan antusias, serta dimulai dan pola pandang bahwa peserta didik adalah manusia-manusia cerdas berpotensi, merupakan faktor penting yang akan meningkatkan partisipasi aktif peserta didik.
b) Peserta didik mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran
Bila peserta didik telah mengetahui tujuan dari pembelajaran yang sedang mereka ikuti, maka mereka akan terdorong untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara aktif.
Bila peserta didik telah mengetahui tujuan dari pembelajaran yang sedang mereka ikuti, maka mereka akan terdorong untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara aktif.
c) Tersedia fasilitas, sumber belajar, dan lingkungan yang
mendukung
Bila di dalam kegiatan pembelajaran telah tersedia fasilitas dan sumber belajar yang “menarik” dan “cukup” untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar maka hal itu juga akan menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
Bila di dalam kegiatan pembelajaran telah tersedia fasilitas dan sumber belajar yang “menarik” dan “cukup” untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar maka hal itu juga akan menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
d) Adanya prinsip pengakuan penuh atas pribadi setiap peserta didik
Agar kesadaran akan potensi, eksistensi, dan percaya diri pada diri peserta didik dapat terus tumbuh, maka guru berkewajiban menjaga situasi interaksi agar dapat berlangsung dengan berlandaskan prinsip pengakuan atas pribadai setiap individu.
Agar kesadaran akan potensi, eksistensi, dan percaya diri pada diri peserta didik dapat terus tumbuh, maka guru berkewajiban menjaga situasi interaksi agar dapat berlangsung dengan berlandaskan prinsip pengakuan atas pribadai setiap individu.
e) Adanya konsistensi dalam
penerapan aturan atau perlakuan oleh guru di dalam proses belajar mengajar
Macam-macam bentuk motivasi di atas dapat dimanfaatkan oleh guru untuk
mendapatkan umpan balik dari anak didik dalam proses belajar mengajar.
D. Menggunakan Metode yang bervariasi
Proses belajar
dewasa ini menuntut seorang guru memiliki keterampilan atau metode yang beragam
agar proses belajar tersebut menyenangkan dan mampu mengembangkan kemampuan
muridnya. Metode merupakan hal yang lebih penting dari materi yang akan diajarkan.
Menurut DR. Ahmad Tafsir, metode adalah cara yang paling tepat dan cepat, kata
“cepat dan tepat disini sering diungkapkan dengan ungkapan efektif dan efisien
. Di sini seorang guru harus memilih cara yang efektif dan efisien dalam
mentransformasi dan mengembangkan pengetahuan muridnya dan metode dalam
pembelajaran agama Islam adalah cara yang efektif dan efisien dalam mengajarkan
agama Islam itu sendiri. Pengajaran yang efektif artinya pengajaran yang dapat
dipahami murid secara sempurna, dalam hal ini ialah pengajaran yang berfungsi
pada murid. “Berfungsi” artinya menjadi milik murid, pengajaran itu membentuk
dan mempengaruhi pribadinya. Adapun pengajaran cepat adalah pengajaran yang
tidak memerlukan waktu yang lama, artinya pengajaran tersebut difasilitasi
alat–alat pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman murid terhadap materi
yang diajarkan.
Metode adalah
strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Setiap
kali mengajar guru pasti menggunakan metode. Metode yang digunakan itu tidak
sembarangan, melainkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan metode
yang bervariasi dapat menjembatani gaya-gaya belajar anak didik dalm menyerap
bahan pelajaran. Umpan balik dari anak didik akan bangkit sejalan dengan
penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan kondisi psikologis anak didik.
B. PENGEMBANGAN VARIASI DALAM
BELAJAR MENGAJAR
A.
TUJUAN VARIASI MENGAJAR
Penggunaan
variasi mengajar adalah untuk menarik perhatian para anak didik agar lebih
berkonsentrasi kepada pelajaran yang diberikan oleh guru. Tujuan tersebut dapat
adaah :
1.Meningkatkan
dan Memelihara Perhatian Siswa terhadap Relevandi Proses Belajar Mengajar.
Perhatian
siswa dalam pelajaran yang diberikan oleh guru selama proses pembelajaran amat
penting karena mempengaruhi keberhasilan tujuan belajar mengajar yang
ditunjukan oleh penguasaan materi pelajaran pada setiap siswa. Indikator
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah terjadinya perubahan didalam
diri siswa.
2.Memberikan
kesempatan Kemungkinan Berfungsinya Motivasi
Siswa
tidak akan belajar dengan baik dan tekun jika tidak ada dorongan kuat yang
menggerakan siswa tersebut , dorongan tersebut disebut Motivasi. Oleh sebab itu
motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Motivasi setiap siswa berbeda
terhadap suatu bahan pelajaran , oleh karena itu seorang guru selalu ingin
memberikan motivasi terhadap siswa yang kurang memberikan perhatian terhadap
materi pelajaran yang diberikan.
Motivasi
dapat dibedakan berdasarkan timbulnya yaitu :
-
Motivasi Intrinsik, motivaasi yang timbul dari diri sendiri
- Motivasi
Ekstrinsi yaitu motivasi yang timbul akibat dorongan dari pihak luar dirinya
Masalah
akan muncul apabila ada siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya,
maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya sangat
diperlukan, dan peranan guru pada saat seperti ini sebagai alat yang mendorong
manusia untuk berbuat dan sebagai arah yang menentukan arah perbuatan dan
alat unttuk menyeleksi perbuatan.
3.Membentuk
sikap positif terhadap guru dan sekolah
Tanggap
siswa kepada gurunya bermacam-macam, masalah akan muncul apabila ada siswa
tertentu yang kurang senang terhadap gurunya , yang mengakibatkan bidang
pelajaran yang dipegang oleh guru tersebut menjadi tidak disenangi.
Ketidak
sukaan siswa terhadap guru tersebut mungkin terjadi karena :
-
guru tersebut kurang bervariasi dalam mengajar atau
-
gaya mengajar guru tidak sejalan dengan gaya belajar siswa.,
-
guru kurang dapat menguasai keadaan kelas
-
guru gagal menciptakan suasana belajar yang membangkitkan kreatifitas dan
kegairahan belajar siswa
4.Memberikan
Kemungkinan Pilihan dan Fasilitas Belajar Individual
Seorang
guru dituntut untuk mempunyai berbagai ketrampilan yang mendukung dalam proses
beajar mengajar. Penguasaan metode pelajaran yang dituntut kepada guru tidak
hanya satu atau dua metode , tetapi lebih banyak lagi. Selain itu, seorang guru
harus menguasai tiga ketrampilan meliputi :
- Metode
- Media
- Pendekatan
Apabila
seorang guru mengusai ketiga ketrampilan tersebut diatas, maka guru tersebut
sangat mudah melakukan pengembangan variasi mengajar untuk mencipkan lingkungan
belajar yang kondusif.
5.Mendorong
Anak Didik untuk Belajar
Seorang
guru harus menyediakan lingkungan belajar, kewajiban siswa adalah belajaar,
kedua kegiatan tersebut menyatu dalam sebuah interaksi pengajaran yang disebut
interaksi edukatif. Lingkungan pengajaran yang kondusif adalah lingkungan yang
mampu mendorong anak didik untuk selalu belajar hingga berakhirnya
kegiatan belajar mengajar.
Anak
didik yang kurang senang menerima pelajaran tidak harus terjadi , karena hal
itu sangat menghambat proses belajar mengajar, oleh sebab iu guru harus
menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong anak didik untuk senang dan
bergairah belajar. Untuk hal ini , cara akurat yang seharusnya dilakukan guru
adalah mengembangkan variasi belajar, baik dalam gaya mengajar,dalam penggunaan
media dan bahan pelajaran
B.
PRINSIP PENGGUNAAN
Lingkungan
yang kondusif dan menyenangkan dalam suasana belajar sangat diperlukan agar
dapat menggariahkan belajar siswa dan merangsang siswa menjadi aktif
Prinsip
– prinsip penggunaan variasi mengajar adalah sebagai berikut :
- Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua variasi digunakan , selain juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk setiap jenis variasi. Semua itu untuk mencapai tujuan belajar.
- Menggunakan variasi secara lancar dan berkesinambungan , sehingga saat proses belajar mengajar yang utuh tidak rusak, perhatian anak didik dan proses belajar tidak terganggu
- Penggunaan komponen variasi harus benar – benar terstruktur dan direncanakan oleh guru. Karena itu memerlukan penggunaan yang luwes , spontan , sesuai dengan umpan balik yang diterima oleh siswa.
Bentuk
umpan balik ada dua yaitu :
a. Umpan balik tingkah laku yang menyangkut
perhatian dan keterlibatan siswa
b. Umpan
balik informasi tentang pengetahuan dan pelajar
C.
KOMPONEN – KOMPONEN VARIASI BELAJAR MENGAJAR
Komponen
variasi mengajar dapat dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu variasi
gaya mengajar, variasi media dan bahan , serta variasi interaksi. Uraian
yang mendalam mengenai ketiga kelompok variasi ini akan dibahas .
A.Variasi
Gaya Mengajar
Variasi
ini meliputi variasi suara , variasi gerakan anggota badan, dan variasi
perpindahan posisi guru dalam kelas. Bagi anak didik , variasi
tersebut dilihat sebagai suatu yang energik, antusias, bersemangat, dan
semuanya memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru seperti itu
dalam proses belajar mengajar akan :
- menjadi dinamis dan
- mempertinggi komunikasi antara guru dan anak didik,
- menolong penerimaan bahan pelajaran dan
- memberi stimulasi .
Variasi
gaya mengajar ini adalah sebagai berikut :
1.Variasi
Suara
Suara
guru dapat bervariasi dalam intonasi , nada, volume dan kecepatan. Guru dapat
mendramatisir suatu peristiwa, menunjukkan hal – hal yang dianggap penting,
berbicara secar pelan dengan seorang anak didik , atau berbicara secar tajam
dengan anak didik yang kurang perhatian dan lain-lain.
2.Penekanan
(focusing)
Berfungsi
untuk menfokuskan perhatian anak didik pada suatu aspek yang penting atau aspek
kunci, digunakan penekanan verbal. Penekana tersebut biasanya dikombinasikan
dengan gerakan anggota badan yang dapat menunjukkan dengan jari atau memberi
tanda pada papan tulis.
3.Pemberian
Waktu ( Pausing)
Untuk
mendapatkan perhatian anak didik , dapt dilakukan dengan mengubah suara menjadi
sepi , dari suatu kegiatan menjadi tanpa kegiatan atau diam, dari akhir bagian
pelajaran kebagian berikutnya. Dalam keterampilan bertanya , pemberian waktu
dapat diberikan setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan , untuk mengubahnya
menjadi pertanyaan yang lebih tinggi tingkatannya . Bagi anak didik , pemberian
waktu dipakai untuk mengorganisasikan jawaban agar menjadi lengkap.
4. Kontak
Pandang
Bila
guru berbicara atau berinteraksi dengan anak didik, sebaiknya mengarahkan
pandangan ke seluruh kelas, menatap mata setiap anak didik untuk dapat
membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian.
5.gerakan
Anggota Badan ( Gesturing)
Variasi
dalam mimik, gerakan kepala atau badan merupakan bagian yang penting dalam
komunikasi. Tidak hanya untuk menarik perhatian saja, tetapi juga menolong
dalam menyampaikan arti pembicaraan.
6.Pindah
Posisi
Perpindahan
posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu menarik perhatian anak didik, dapt
meningkatkan kepribadian guru. Gerakan tersebut misalnya dari depan ke
belakang, dari sisi kiri ke sisi kanan atau dari posisi duduk kemudian berubah
menjadi posisi berdiri.Yang pentinag setiap perubahan ada tujuannya dan tidak
menjemukan.
B.Variasi
Media dan Bahan
Setiap
anak mempunyai kemampuan indra yang tidak sama baik pendengaran maupun
penglihatan, juga kemampuan berbicara. Ada anak yang suka membaca, ada yang suka
mendengarkan dulu baru mambaca atau sebaliknya.
Ada tida
komponen dalam variasi penggunan media yaitu, media pandang, media dengar dan
media taktil.
1.Variasi
Media Pandang (Visual )
Pengunaan
media visual dapat diartikan sebagai penggunaan alat dan bahan ajaran khusus
untuk komunikasi, seperti buku, majalah, globe, peta , film , slide, TV, Radio
, grafik, model , demontrasi dan lianlainnya. Penggunaan media tersebut
mempunyai keuntungan :
a.
Membantu secara konkret konsep berpikir, dan mengurangi
respon yang kurang bermanfaat
- Memiliki secar potensial perhatian anak didik pada tingkat yang tinggi
- Dapat membuat hasil belajar yang nyata yang akan mendorong kegiatan mandiri anak didik
- Mengembangkan cara berpikir berkesinambungan, seperti halna dalam film
- Memberi pengalaman yang tidak mudah dicapai oleh alat yang lain
- Menambah frekuensi kerja, lebih dalam dan variasi belajar
2.Variasi
Media Dengar ( Audio)
Pada
umumnya dalam proses belajar di kelas suara guru adalah alat utama dalam
komunikasi. Variasi dalam pengunaan media dengan memerlukan sekali saling
bergantian atau kombinasi dengan media pandangan ( visual ) dan media taktil
(interaksi)
3.Variasi
Media Taktil ( Interaksi )
Pengunaan
media yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menyentuh dan
memanipulasi benda atau bahan ajaran. Dalam hal ini akan melibatkan anak didik
dalam kegiatan penyusunan atau pembuatan model, yang hasilnya dapat disebutkan
sebagai media taktil.
III
KESIMPULAN
Teknik-teknik mendapatkan umpan
balik, diantaranya dengan;
• memancing apersepsi anak didik
• memanfaatkan teknik alat bantu
akseptabel
• memilih bentuk motivasi yang
akurat
• menggunakan metode yang
bervariasi.
Variasi
mengajar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar . Komponen-komponen
variasi menajar seperti variasi gaya mengajar, variasi media, dan bahan ajaran
dan variasi interaksi , mutlak dikuasi oleh guru untuk menggairahkan belajar
anak didik dalam waktu relatif lama dalam suatu pertemuan kelas.
DAFTAR
PUSTAKA
Drs
Syaiful Bahri Djamara dan Drs Aswan Zain; Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke tiga ,
Agustus 2006, Jakarta
Roestiyah
N K; Strategi Belajar Mengajar ; Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke
tujuh , Maret 2008, Jakarta
Moh Uzer
Usman dan Lilis SEtiawati; Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar,
,;Penerbit PT Remaja Rosdakarta, Cetakan pertama, 1993, Bandung.
Prof. Dr
Azhar Arsyad,M.A , Media Pembelajaran, PT Rajagrafindo, edisi ke 9 ,
2007. Jakarta
Http/; Dokumens multiply.Com
|
|
|
|
|
|
|
|
`
|
|
|
|
|
|
|
|||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar